KESEMPURNAAN (edisi Suami-Istri)
suami seharusnya menjadi imam dalam keluarga,
suami yang baik adalah suami yang bisa membuat seluruh penghuni rumah merasa nyaman, tentram dan aman dalam penjagaannya.
suami dituntut agar bisa menjadi hero bagi keluarganya, ia dituntut menjadi imam yang harus bisa memenuhi segala kebutuhan keluarganya.
ketika suami menangis, ia akan dianggap cenggeng....
ketika ia berkeluh-kesah, suami dicap sebagai pengeluh,
singkat kata suami seringkali dituntut untuk menjadi pria dewasa, yang tidak boleh menampilkan sisi rapuhnya di depan orang banyak, dan di depan keluarganya.
suami harus selalu kuat dan berdiri tegak tanpa tergoyahkan walau badai menerjang, walau berjuta macam cobaan datang mengetuk pintu suami lah yang dituntut untuk maju paling depan, membusungkan dada demi melindungi keluarganya.
faktanya....?
lupakah istri bahwa suami jg hanyalah manusia biasa,
manusia biasa seperti yang pastinya memiliki sisi rapuh, sisi ingin dimengerti dan di dengarkan....
dan yang terpenting adalah ingin selalu di perlakukan sebagai bocah besar oleh istrinya.
suami sebenarnya memiliki rasa dan keinginan yang tidak jauh berbeda dengan sang istri.
suami juga ingin dimengerti, ingin disayang dan dimanja,
ketika gelisah ia ingin ditenangkan dan dibesarkan hatinya tanpa harus mengungkapkan secara detail masalah yang menimpanya,
ketika suami galau, biasanya terlihat dari saat ia tertidur...gelisah...
dekaplah ia dan usap keningnya dengan penuh sayang...ini adalah salah satu cara yang biasa saya lakukan ketika suami saya sedang merasa gelisah dan tanpa sadar ia pun akan rileks, kembali tertidur dengan lelap.
perlakukan suami seperti anda memperlakukan anak-anak di rumah (ini bagi mereka yang sudah di anugerahi buah hati)...layani semua keperluan dan kebutuhannya dengan tulus dan penuh cinta, ia akan tahu bahwa apa yang dilakukan sang istri adalah semata-mata karena cinta dan kasih bukan demi mendapatkan pujian atau tambahan uang bulanan (hehehehe)
ya, Cinta dan kasih sayang yang tulus akan menuntun kita sebagai istri untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pasangan kita,
2rasa itu akan mengasah insting kita tentang sikon suami....pada akhirnya belajar dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan kita adalah kunci agar rumah tangga tidak terasa hambar......
Bagaimana dengan istri-istri yang lain?
tes2
BalasHapus