Hari ini suasananya terasa beda bagiku padahal sebenarnya semua berjalan seperti biasa namun sepi seperti merayap disekeliling ku.
ahhh, ini mungkin karena sebentar lagi aku akan berpisah untuk sementara waktu bersama nya....
ya, sebuah keputusan yang berat namun harus karena ada mimpi yang ingin di raih oleh kita berdua.
percaya adalah sebuah kunci rumah kesetian yang kutitipkan pada Sang Maha,
engkaupun ku titipkan padanya, walau risau dan takut itu mendera setiap waktu tapi waktu juga yang akan membuat kamu dan aku tegar...
ahhh, sepi datang lagi padahal hiruk pikuk tengah terjadi di sekelilingku,
bagaimana denganmu?
seperti biasa kau akan tetap pasang wajah cool sedunia,
makasih buat pengertian nya :-)
Selasa, 21 Oktober 2014
Rabu, 08 Oktober 2014
KESEMPURNAAN (edisi Suami-Istri)
suami seharusnya menjadi imam dalam keluarga,
suami yang baik adalah suami yang bisa membuat seluruh penghuni rumah merasa nyaman, tentram dan aman dalam penjagaannya.
suami dituntut agar bisa menjadi hero bagi keluarganya, ia dituntut menjadi imam yang harus bisa memenuhi segala kebutuhan keluarganya.
ketika suami menangis, ia akan dianggap cenggeng....
ketika ia berkeluh-kesah, suami dicap sebagai pengeluh,
singkat kata suami seringkali dituntut untuk menjadi pria dewasa, yang tidak boleh menampilkan sisi rapuhnya di depan orang banyak, dan di depan keluarganya.
suami harus selalu kuat dan berdiri tegak tanpa tergoyahkan walau badai menerjang, walau berjuta macam cobaan datang mengetuk pintu suami lah yang dituntut untuk maju paling depan, membusungkan dada demi melindungi keluarganya.
faktanya....?
lupakah istri bahwa suami jg hanyalah manusia biasa,
manusia biasa seperti yang pastinya memiliki sisi rapuh, sisi ingin dimengerti dan di dengarkan....
dan yang terpenting adalah ingin selalu di perlakukan sebagai bocah besar oleh istrinya.
suami sebenarnya memiliki rasa dan keinginan yang tidak jauh berbeda dengan sang istri.
suami juga ingin dimengerti, ingin disayang dan dimanja,
ketika gelisah ia ingin ditenangkan dan dibesarkan hatinya tanpa harus mengungkapkan secara detail masalah yang menimpanya,
ketika suami galau, biasanya terlihat dari saat ia tertidur...gelisah...
dekaplah ia dan usap keningnya dengan penuh sayang...ini adalah salah satu cara yang biasa saya lakukan ketika suami saya sedang merasa gelisah dan tanpa sadar ia pun akan rileks, kembali tertidur dengan lelap.
perlakukan suami seperti anda memperlakukan anak-anak di rumah (ini bagi mereka yang sudah di anugerahi buah hati)...layani semua keperluan dan kebutuhannya dengan tulus dan penuh cinta, ia akan tahu bahwa apa yang dilakukan sang istri adalah semata-mata karena cinta dan kasih bukan demi mendapatkan pujian atau tambahan uang bulanan (hehehehe)
ya, Cinta dan kasih sayang yang tulus akan menuntun kita sebagai istri untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pasangan kita,
2rasa itu akan mengasah insting kita tentang sikon suami....pada akhirnya belajar dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan kita adalah kunci agar rumah tangga tidak terasa hambar......
Bagaimana dengan istri-istri yang lain?
suami seharusnya menjadi imam dalam keluarga,
suami yang baik adalah suami yang bisa membuat seluruh penghuni rumah merasa nyaman, tentram dan aman dalam penjagaannya.
suami dituntut agar bisa menjadi hero bagi keluarganya, ia dituntut menjadi imam yang harus bisa memenuhi segala kebutuhan keluarganya.
ketika suami menangis, ia akan dianggap cenggeng....
ketika ia berkeluh-kesah, suami dicap sebagai pengeluh,
singkat kata suami seringkali dituntut untuk menjadi pria dewasa, yang tidak boleh menampilkan sisi rapuhnya di depan orang banyak, dan di depan keluarganya.
suami harus selalu kuat dan berdiri tegak tanpa tergoyahkan walau badai menerjang, walau berjuta macam cobaan datang mengetuk pintu suami lah yang dituntut untuk maju paling depan, membusungkan dada demi melindungi keluarganya.
faktanya....?
lupakah istri bahwa suami jg hanyalah manusia biasa,
manusia biasa seperti yang pastinya memiliki sisi rapuh, sisi ingin dimengerti dan di dengarkan....
dan yang terpenting adalah ingin selalu di perlakukan sebagai bocah besar oleh istrinya.
suami sebenarnya memiliki rasa dan keinginan yang tidak jauh berbeda dengan sang istri.
suami juga ingin dimengerti, ingin disayang dan dimanja,
ketika gelisah ia ingin ditenangkan dan dibesarkan hatinya tanpa harus mengungkapkan secara detail masalah yang menimpanya,
ketika suami galau, biasanya terlihat dari saat ia tertidur...gelisah...
dekaplah ia dan usap keningnya dengan penuh sayang...ini adalah salah satu cara yang biasa saya lakukan ketika suami saya sedang merasa gelisah dan tanpa sadar ia pun akan rileks, kembali tertidur dengan lelap.
perlakukan suami seperti anda memperlakukan anak-anak di rumah (ini bagi mereka yang sudah di anugerahi buah hati)...layani semua keperluan dan kebutuhannya dengan tulus dan penuh cinta, ia akan tahu bahwa apa yang dilakukan sang istri adalah semata-mata karena cinta dan kasih bukan demi mendapatkan pujian atau tambahan uang bulanan (hehehehe)
ya, Cinta dan kasih sayang yang tulus akan menuntun kita sebagai istri untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pasangan kita,
2rasa itu akan mengasah insting kita tentang sikon suami....pada akhirnya belajar dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan kita adalah kunci agar rumah tangga tidak terasa hambar......
Bagaimana dengan istri-istri yang lain?
Kamis, 02 Oktober 2014
KESETIAN...
setiap orang memiliki kadar kesetian yang berbeda, ada yang dinamis namun banyak juga yang bersifat statis. kesimpulannya adalah ada orang yang menetapkan kesetian sebagai harga mati dari langgeng atau tidaknya sebuah hubungan namun ada juga mereka yang tetap berlapang dada, membuka pintu ma'af untuk pasangan yang telah menghianati mereka kalau hanya sekali dua kali mungkin masih bisa dinalar lalu bagaimana jika pasanganmu melakukannya berkali-kali?
masih bisakah kau mema'afkannya?
masih adakah cinta yang tersisa dalam hatimu?
mungkin kebanyakan menjawab tidak, namun kali ini saya berkisah tentang cinta seorang wanita,
cintanya yang tulus namun hampir selalu menerima yang sebaliknya sang pasangan.
ini kisahnya
usia pernikahan wanita itu hampir 40 tahun dan selama kurang waktu tersebut hampir tiap bulan ia mengetahui perselingkuhan suaminya,
di awal2 pernikahan ia mencoba untuk sabar, berusaha mencari cela dan kekurangan yang mungkin membuat suaminya seperti itu namun sampai hari inipun ia masih tidak mengerti.
ia telah berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan suaminya, mulai dari bangun pagi, menyiapkan kopi dan sarapan, menemaninya di meja makan, menyempatkan diri membenahi baju dan sepatu yang akan dipakai imam nya keluar rumah walau selama ini ialah yang bertugas dan bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, tidak cukup sampai disana suaminya pun sering mengambil uangnya. pada akhirnya ia akan kebingungan darimana ia harus mencari uang lagi untuk memenuhi kebutuhan mereka, namun ia tetap berusaha hormat pada suaminya meski ia tahu uang itu hanya berakhir pada 3hal: judi, minuman keras dan wanita.
judi dan minuman keras masih bisa ia ma'afkan namun bagaimana dengan wanita yang datang dan pergi dalam kehidupan suaminya?
suatu hari ia memergoki suami nya tengah melakukan hubungan suami istri, di rumah mereka, diranjang nya...hari itu ia pulang cepat dari tempatnya bekerja hatinya sakit dan pedih, mungkin ini bukan yang pertama kalinya namun baru kali itu ia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang suami mencumbu selingkuhannya, pertengkaranpun terjadi namun bukannya meminta ma'af sang suami malah memukulinya hingga babak belur karena tidak kuat ia pergi mengadu ke keluarga sang suami berharap mendapatkan tempat perlindungan namun apalah daya bukannya membela sang menantu yang sudah jelas-jelas teraniaya, keluarga sang suami justru menyeretnya pulang kembali ke rumahnya dan disitu mereka memukuli nya secara berjama'ah...setelah ia tidak berdaya dan pingsan entah berapa lama merekapun meninggalkannya tanpa belas kasih sedikitpun.
setelah kejadian itu hubungannya dengan sang suami sempet rengang namun untuk yang kesekian kalinya sang suami memohon-mohon untuk tidak ditinggalkan, si suami mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan seperti biasa rasa sayang serta kasih itu begitu kuat tertancap hingga ia tidak tega melihat kondisi sang suami yang demikian.
merekapun berbaikan,namun setelah lewat hitungan bulan suami kembali ke sifat aslinya, judi, mabuk-mabukan dan perselingkuhan yang tiada akhir.
ia akhirnya hanya membiarkan saja kelakuan sang suami meski anak-anaknya yang kini tumbuh dewasa lebih suka ia berpisah dengan sang suami namun ia bersikeras keras untuk tetap bertahan, berharap suatu saat ada keajaiban menghampiri suaminya, membuatnya berubah.
sampai saat ini sang suami masih tetap setia dengan 3 hobinya, judi, mabuk-mabukan dan selingkuh bahkan perselingkuhan itu sudah dilakukan terang-terangan dan cumbu rayu itupun tanpa sungkan di lakukan di tempat2 terbuka,
ini kisah nyata dari kesetian seorang istri,
ada yang menyebutnya wanita bodoh, dungu
ada yang kasihan
namun juga ada yang kagum padanya.
setiap orang memiliki kadar kesetian yang berbeda, ada yang dinamis namun banyak juga yang bersifat statis. kesimpulannya adalah ada orang yang menetapkan kesetian sebagai harga mati dari langgeng atau tidaknya sebuah hubungan namun ada juga mereka yang tetap berlapang dada, membuka pintu ma'af untuk pasangan yang telah menghianati mereka kalau hanya sekali dua kali mungkin masih bisa dinalar lalu bagaimana jika pasanganmu melakukannya berkali-kali?
masih bisakah kau mema'afkannya?
masih adakah cinta yang tersisa dalam hatimu?
mungkin kebanyakan menjawab tidak, namun kali ini saya berkisah tentang cinta seorang wanita,
cintanya yang tulus namun hampir selalu menerima yang sebaliknya sang pasangan.
ini kisahnya
usia pernikahan wanita itu hampir 40 tahun dan selama kurang waktu tersebut hampir tiap bulan ia mengetahui perselingkuhan suaminya,
di awal2 pernikahan ia mencoba untuk sabar, berusaha mencari cela dan kekurangan yang mungkin membuat suaminya seperti itu namun sampai hari inipun ia masih tidak mengerti.
ia telah berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan suaminya, mulai dari bangun pagi, menyiapkan kopi dan sarapan, menemaninya di meja makan, menyempatkan diri membenahi baju dan sepatu yang akan dipakai imam nya keluar rumah walau selama ini ialah yang bertugas dan bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, tidak cukup sampai disana suaminya pun sering mengambil uangnya. pada akhirnya ia akan kebingungan darimana ia harus mencari uang lagi untuk memenuhi kebutuhan mereka, namun ia tetap berusaha hormat pada suaminya meski ia tahu uang itu hanya berakhir pada 3hal: judi, minuman keras dan wanita.
judi dan minuman keras masih bisa ia ma'afkan namun bagaimana dengan wanita yang datang dan pergi dalam kehidupan suaminya?
suatu hari ia memergoki suami nya tengah melakukan hubungan suami istri, di rumah mereka, diranjang nya...hari itu ia pulang cepat dari tempatnya bekerja hatinya sakit dan pedih, mungkin ini bukan yang pertama kalinya namun baru kali itu ia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang suami mencumbu selingkuhannya, pertengkaranpun terjadi namun bukannya meminta ma'af sang suami malah memukulinya hingga babak belur karena tidak kuat ia pergi mengadu ke keluarga sang suami berharap mendapatkan tempat perlindungan namun apalah daya bukannya membela sang menantu yang sudah jelas-jelas teraniaya, keluarga sang suami justru menyeretnya pulang kembali ke rumahnya dan disitu mereka memukuli nya secara berjama'ah...setelah ia tidak berdaya dan pingsan entah berapa lama merekapun meninggalkannya tanpa belas kasih sedikitpun.
setelah kejadian itu hubungannya dengan sang suami sempet rengang namun untuk yang kesekian kalinya sang suami memohon-mohon untuk tidak ditinggalkan, si suami mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan seperti biasa rasa sayang serta kasih itu begitu kuat tertancap hingga ia tidak tega melihat kondisi sang suami yang demikian.
merekapun berbaikan,namun setelah lewat hitungan bulan suami kembali ke sifat aslinya, judi, mabuk-mabukan dan perselingkuhan yang tiada akhir.
ia akhirnya hanya membiarkan saja kelakuan sang suami meski anak-anaknya yang kini tumbuh dewasa lebih suka ia berpisah dengan sang suami namun ia bersikeras keras untuk tetap bertahan, berharap suatu saat ada keajaiban menghampiri suaminya, membuatnya berubah.
sampai saat ini sang suami masih tetap setia dengan 3 hobinya, judi, mabuk-mabukan dan selingkuh bahkan perselingkuhan itu sudah dilakukan terang-terangan dan cumbu rayu itupun tanpa sungkan di lakukan di tempat2 terbuka,
ini kisah nyata dari kesetian seorang istri,
ada yang menyebutnya wanita bodoh, dungu
ada yang kasihan
namun juga ada yang kagum padanya.
Rabu, 01 Oktober 2014
hubungan suami istri,
belajar dan terus belajar mungkin adalah kalimat yang paling bijak untuk memaknai ketika segala sesuatu yang kita lihat, kita rasakan dan kita hadapi tidak seindah bayangan kita tentang sebuah mahligai rumah tangga
"g juga ko, buktinya si anu hidup nya sangat bahagia semenjak menikah dengan si A"
atau
"ko suami/istri ku g seperti suami/istri si anu ya, yang baik, perhatian, kaya raya lagi"
atau
ahh, seringkali kalimat-kalimat semacam itu terlontar dari mulut kita dan mungkin tanpa sadar kita juga komplain kepada pasangan kita.
tapi tahukah anda, bahwa apa yg menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik buat kita dan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki 2 sisi, positif-negatif; baik-buruk, bahagia-sedih, lapar-kenyang dan seterusnya. demikian halnya dalam kehidupan berumah tangga, tidak ada satupun pasangan di dunia ini yang tidak memiliki masalah, walaupun mereka kelihatan sangat harmonis, romantis dan kaya raya, semua pasti memiliki masalah nya masing-masing, tergantung bagaimana sudut pandang kita membingkai dan memahami permasalahan tersebut.
beragam cara yang dilakukan untuk menafsirkan tentang masalah itu, ada yang melihatnya sebagai cobaan/ujian, ada yang menilai masalah yang muncul akibat kesalahannya, namun tidak sedikit yang menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan jika ia tertimpah suatu masalah ataw musibah (nauzubillah himinjalik)
lalu anda golongan yang mana?
belajar dan terus belajar mungkin adalah kalimat yang paling bijak untuk memaknai ketika segala sesuatu yang kita lihat, kita rasakan dan kita hadapi tidak seindah bayangan kita tentang sebuah mahligai rumah tangga
"g juga ko, buktinya si anu hidup nya sangat bahagia semenjak menikah dengan si A"
atau
"ko suami/istri ku g seperti suami/istri si anu ya, yang baik, perhatian, kaya raya lagi"
atau
ahh, seringkali kalimat-kalimat semacam itu terlontar dari mulut kita dan mungkin tanpa sadar kita juga komplain kepada pasangan kita.
tapi tahukah anda, bahwa apa yg menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik buat kita dan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki 2 sisi, positif-negatif; baik-buruk, bahagia-sedih, lapar-kenyang dan seterusnya. demikian halnya dalam kehidupan berumah tangga, tidak ada satupun pasangan di dunia ini yang tidak memiliki masalah, walaupun mereka kelihatan sangat harmonis, romantis dan kaya raya, semua pasti memiliki masalah nya masing-masing, tergantung bagaimana sudut pandang kita membingkai dan memahami permasalahan tersebut.
beragam cara yang dilakukan untuk menafsirkan tentang masalah itu, ada yang melihatnya sebagai cobaan/ujian, ada yang menilai masalah yang muncul akibat kesalahannya, namun tidak sedikit yang menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan jika ia tertimpah suatu masalah ataw musibah (nauzubillah himinjalik)
lalu anda golongan yang mana?
Langganan:
Postingan (Atom)